PNUP Jalin MOU dengan PT. Bukaka Teknik Utama

Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) jalin kerjasama dengan PT. Bukaka Teknik Utama yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), pada Senin (20/3) bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Politeknik Negeri Ujung Pandang. Dalam acara yang juga digagas oleh Centre of Technology (COT) dan Career Centre & Tracer Study (CCTS) PNUP tersebut, Jalinan kerjasama oleh kedua belah pihak tersebut dituangkan dalam sebuah nota kesepahaman yang acara penandatanganannnya dilakukan langsung oleh Dr. Ir. Hamzah Yusuf, M.S. , Direktur PNUP dan Anton Fatoni, S. IP., M.M.,  selaku Manager CSR PT Bukaka Teknik Utama.

Dalam nota kesepahaman disebut tertuang sejumlah bentuk kerjasama seperti penukaran informasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), pelaksanaan magang bagi tenaga pendidik dan peserta didik, pelaksanaan uji kompetensi dan sertifikasi, serta pelatihan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. 

PT Bukaka Teknik Utama yang berdiri sejak 1978 merupakan perusahaan dengan ruang lingkup yang bergerak bergerak di bidang pembuatan dan penyediaan peralatan khusus dan bisnis lain yang termasuk di dalam industri konstruksi. Saat ini, PT Bukaka Teknik utama memiliki 10 unit usaha yang memproduksi garbarata, jembatan rangka baja, menara listrik komunikasi dan segala pekerjaan yang berhubungan dengan power plant, termasuk yang menyangkut kegiatan produksi minyak dan gas bumi yang produknya telah digunakan dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan diekspor ke luar negeri.

Menurut Anton Fatoni, S. IP., M.M., Manager CSR PT Bukaka Teknik Utama, dengan melihat varian usaha yang dilakoni PT Bukaka Teknik Utama tentunya dibutuhkan jumlah karyawan yang tidak sedikit setiap tahunnya serta harus memenuhi berbagai syarat standar kompetensi perusahaan yang meliputi sikap mental, pendidikan, pelatihan, keterampilan, dan pengalaman. Untuk itulah, pihaknya melirik alumni dari perguruan tinggi yang berbasis vokasi seprti PNUP untuk direkrut sebagai karyawan karena dianggap lebih menguasai praktek sebab semua program studi yang diterapkan di perguruan tinggi vokasi diarahkan secara relevan sesuai kebutuhan industri.